IBX5841290004FB3
BREAKING NEWS
Search

Sempatkan 5 Menit untuk Membaca Ini

Isi Hidup Ini


Saya memiliki 3.034 teman facebook dan 1.360 teman twitter.
Tapi saya kesepian.
Saya berbicara dengan mereka setiap hari.
Namun tak satupun yang mengenal saya.

Masalah yang saya alami ialah adanya perbedaan antara menatap mata lawan bicara atau hanya melihat nama orang di layar.
Saya melangkah mundur dan membuka mata saya melihat sekeliling dan menyadari bahwa media yang kita sebut social ini memang segalanya, namun ketika kita membuka komputer kita saat itulah kita menutup pintu kita.

Semua teknologi yang kita punya ini hanyalah suatu ilusi.
Komunitas, persahabatan, rasa kebersamaan, ketika kamu beranjak dari perangkat khayalan ini, kamu tersadar dan melihat dunia yang membingungkan.
Dunia dimana kita diperbudak oleh teknologi yang kita ciptakan, dunia dimana informasi dijual oleh orang-orang kaya.
Dunia yang dipenuhi kepentingan pribadi, pencitraan, promosi diri.
Dimana kita memberikan bagian terbaik kita tanpa menggunakan perasaan.
Kita merasa paling bahagia ketika berbagi pengalaman.
Akankah sama rasanya bila tidak ada orang lain ?
Datangi teman-temanmu dan merekapun akan mendatangimu.
Mereka takkan mendatangimu bila kau temui mereka di group social media.

Kita selalu membanggakan diri dan mengharapkan pujian.
Kita pura-pura tidak menyadari bahwa kita terasing secara sosial.
Kita merangkai kata hingga terlihat hidup kita indah.
Padahal kita tidak tahu apakah ada yang peduli.

Sendirian bukan masalah, itulah intinya.
Kamu sadar sepenuhnya dan penuh perhatian dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
Jadi ketika kamu berada di tempat umum dan merasa kesepian, angkat tanganmu dan jauhkan dari handphone karena kamu tidak memerlukannya.
Saling berbicaralah, belajar hidup bersama.

Saya tidak tahan melihat keheningan di tempat umum yang penuh sesak.
Dimana tak seorang pun ingin berbicara karena takut dibilang aneh.
Kita menjadi anti sosial.
Kita tidak lagi terpuaskan dengan hubungan antar manusia dan saling bertatap mata.

Kita dikelilingi oleh anak-anak yang sejak mereka dilahirkan melihat hidup kita seperti robot dan mereka menganggap itu normal.

Saat saya kecil, saya jarang berada di rumah, saya selalu bersepeda keluar bersama teman-teman.
Celana saya sobek dan lutut saya tergores karena beratraksi dengan sepeda dilapangan.
Sekarang lapangan sangat sunyi dan sepi.
Tak ada anak-anak yang bermain.

Kita adalah generasi idiot. Handphone pintar dan manusia bodoh.
Jadi alihkan perhatian dari handphone pintar mu matikan layarnya.
Hidupkan lingkungan sekitarmu, ciptakan hari yang indah.
Cukup satu hubungan nyata, hanya itu yang dibutuhkan untuk menunjukkan perbedaan yang diciptakan oleh kehadiran.

Jangan buang hidupmu dengan berkutat di internet.
Karena bila saatnya tiba, yang ada hanya penyesalan.
Saya pun merasa bersalah dengan menjadi bagian dari ini semua.
Dunia digital yang kita dengar tapi tidak terlihat.
Dimana kita berbicara dengan mengetik dan mengobrol dengan cara membaca.
Dimana kita menghabiskan waktu bersama tanpa saling bertatap mata.
Jangan beri mereka “Like” mu.
Jauhkan keinginan untuk didengar dan diakui.
Keluarlah ke dunia nyata dan tinggalkan semua itu.

Alihkan perhatian mu dari website ini, matikan komputermu, hentikan membaca tulisan ini dan jalani kehidupan secara nyata.


TAG

Yunarko

Semangat Pemuda Untuk Berbagi dan Menginspirasi.

  • email
  • linkedin
  • rss
  • pin
  • youtube
  • instagram
  • twitter
  • facebook
  • google+

0 thoughts on “Sempatkan 5 Menit untuk Membaca Ini