IBX5841290004FB3
BREAKING NEWS
Search

Kisah Pengalaman Seru Moonraker Part II

Moonraker
Setelah beberapa menit, rapat pun selesai. Para senior dan kordinator menyampaikan suatu hal kepada anggota kemudian mereka semua berkonvoi ke markas musuh untuk melakukan penyerangan kepada geng yang merupakan musuh mereka.

Konvoi kali ini disetiap motor diwajibkan membawa senjata atau minimal kayu balok, tapi lain halnya dengan senior, pengurus, atau anggota yang sudah lumayan lama aktif di gengnya, mereka akan mempersiapkan senjata yang sudah sengaja mereka bawa seperti samurai atau golok.

Senjata itu biasanya setelah usai melakukan penyerangan mereka bawa pulang ke rumah masing-masing atau dititipkan ke teman satu gengnya untuk disimpan kalau ada acara penyerangan seperti ini lagi.

Di acara penyerangan, mereka semua pun sangat bersemangat untuk mendapatkan musuh karena disinilah ajang untuk mencari jatidiri. Di jalan mereka beraksi seperti layaknya geng. Kemudian setelah mendekati markas musuh, mereka dengan perlahan-lahan mengemudikan motor dan mematikan lampu motor mereka agar si musuh tidak tahu kedatangan mereka dan sewaktu perang wajah mereka tidak mudah dikenali. Dan jika mereka lagi-lagi tidak mendapatkan satu orang pun yang merupakan musuh mereka. Mereka akan melampiaskannya dengan melakukan pengerusakan disekitar markas musuh mereka dan akhirnya mereka pun meninggalkan markas musuh mereka dengan begitu saja.

Ada satu kejadian bagaimana geng Moonraker melakukan kecerobohan suatu ketika melakukan penyerangan ke daerah Ciwastra tempat musuh bermarkas. Mereka semua dengan semangatnya melakukan penyerangan tanpa memikirkan ada salah satu motor yang tertinggal jauh dari posisi paling belakang yaitu sang ketua pusat mereka sendiri. Akhirnya, salah satu anggota mereka pun melihat sang ketua pusat yang tertinggal jauh tepat di belakang itu pun dijebak dengan cara si jari-jari sepeda motor dimasukkan kayu dan motornya pun terjatuh. Si musuh pun melakukan balik penyerangan ke motor yang tertinggal dari kawanannya itu karena itu adalah kesempatan bagi si musuh. Lalu tanpa instruksi mereka semua pun para geng Moonraker memutar balikkan arah motor mereka untuk menolong sang ketuanya dan para musuh pun kabur tunggang langgang dengan berlari ke gang yang sempit dikarenakan melihat armada yang cukup banyak dari geng Moonraker.

Akhirnya mereka mendapatkan motor sang ketua pusat hancur dan sang ketua pusat pun babak belur dihajar oleh musuh yang ternyata bersembunyi terlebih dahulu karena tahu kedatangan mereka. Untung saja sang ketua tidak mati konyol karena bisa menahan serangan senjata dan berhasil meloloskan diri dari kelompok musuhnya.

Malam minggu pun telah tiba, Butong pun sangat senang karena bisa aktif kembali untuk berkumpul di geng Moonraker. (Kayanya Ia seperti di pelet agar Ia aktif di geng motor tersebut).

Malam minggu Kali ini Butong mengajak temannya Andi dikarenakan ia mempunyai motor dan Butong menyuruh Tumin untuk se-partner dengan Andi sedangkan Butong se-partner dengan Lohan.

Waktu sudah jam setengah Sembilan malam sedangkan Andi belum muncul juga karena ia sedang menyelesaikan urusan penting baginya. Mereka pun menyuruh teman-teman geng Moonraker di wilayahnya untuk terlebih dahulu pergi ke Pusat agar mereka semua tidak di push up lagi oleh para pengurus Moonraker di pusat. Tidak lama kemudian Andi pun datang, tanpa basa-basi kemudian mereka pun pergi menyusul ke Pusat.

Di tengah perjalanan, mereka kebanyakan berhentinya karena Butong dan Lohan lupa-lupa ingat jalan tikus yang menuju ke Pusat. Malahan mereka ber-Empat sempat nyasar ke daerah Desa. Lalu mereka ber-Empat membuat rencana agar bila sesampai di Pusat mereka ber-Empat tidak terkena sanksi push-up dikarenakan terlambat.

Butong
Andi
Butong



Andi

Tumin

Juan
Butong
Semuanya
:
:
:



:

:

:
:
:
Stop…Stop…Berhenti dulu… Stop,,,Stop…!!!
What’s Up Bro..?
Udah jam Sepuluh malam nih, kita ber-Empat terlambat bisa-bisa kita nanti disuruh push up di Pusat. Begini aja, sebelum sampai di Pusat kita disini bikin alasan dulu biar enggak di suruh push up. Tapi alasannya harus sama biar senior nggak curiga.
Udah aja jujur kita ber-Empat tadi nyasar ke daerah Kampung (@$^$%&%@)
Wah jangan donk, ntar kita di cap kampungan lagi sama senior, masa jalan ke Pusat aja enggak tau…
Ya udah bilang aja Tong rantai motor lo putus jadi kita ber-Empat terpaksa lama nungguin sampai motornya beres.
Oh yaudah alasannya gitu aja,, inget ya alasannya harus sama.”
Yoi…
Akhirnya mereka pun sampai di Pusat, Tetapi mereka merasa ragu apakah yang sedang berkumpul di Pusat itu anak-anak Moonraker atau cuma anak-anak biasa yang sedang nongkrong, maklum mereka baru kumpul satu kali di Pusat jadi masih belum begitu kenal wajah anak-anak Moonraker Pusat.

Lalu mereka sambil mengendarai motor berjalan mondar-mandir sambil memperhatikan orang yang sedang berkumpul di situ. Siapa tahu saja ada yang kenal terus memanggil mereka.

Tapi perasaan mereka yang sedang linglung berubah menjadi deg-degan karena salah seorang yang sedang berkumpul di sana mengejar dan menjegal mereka ber-Empat. Ternyata Butong dan Lohan mengenal bahwa yang mengejarnya itu adalah salah satu senior di Pusat. Tetapi sialnya si senior itu tidak mengenal mereka, akhirnya terjadilah perbincangan yang gak nyambung.....


Senior
Butong dan Lohan

Senior
Butong dan Lohan



Senior
 


Senior
:
:

:
:



:



:
Anak mana Lo..?
Oh tadi benerin motor dulu Kang, rantainya putus jadi lama nungguin motor beres sampai selesai.
Lo anak mana..?” (Sambil membentak).
Bon cimot, Mas Bon Cimot… (Menyebutkan nama anak Moonraker Pusat, siapa tahu dia ngerti).
(Lalu si Senior mengeluarkan sebilah golok dari balik jaketnya sambil sekali lagi berkata).
Eh Anjink lo anak mana..?
(Lalu Butong dan Lohan pun bareng mengucapkan kata “Moonraker” sedangkan Andi dan Tumin menunduk ketakutan).
Nah gitu donk, Dari tadi jawabnya... Yaudah ayo sekarang kalian ikut kumpul ke anak-anak Moonraker yang lainnya..

(Akhirnya mereka ber-Empat lega karena bisa lolos dari golok si Senior, kemudian mereka ber-Empat pun mengikuti si Senior yang membawanya untuk berkumpul bersama para anggota Moonraker yang lainnya.)

Tepatnya jam Sebelas malam, geng Moonraker pun berkonvoi ke rumah salah satu Senior untuk acara malam perenungan ulang tahun Moonraker yang ke-24. Disini mereka semua meminta restu dan berbincang-bincang sambil memotong kue yang sudah dihiasi aksesoris warna bendera Moonraker. Setelah acara selesai, mereka semua berpamitan kepada senior karena mereka semua akan ber-konvoi lagi ke rumah salah satu anggota dari Moonraker di Ciumbuluit.

Kali ini Butong berganti partner dengan Uwok, senior yang tadi sempat mengeluarkan golok kepadanya. Sedangkan Partnernya Lohan pindah tumpangan ke mobil yang dibawa oleh anak-anak geng Moonraker.

Di jalan menuju ke rumah salah satu anggota Moonraker, Uwok menitipkan sebilah golok kepada Butong karena ia di bonceng. Uwok menyuruhnya kalau ada apa-apa di jalan jangan ragu-ragu untuk menggunakan golok itu.

Di perjalanan hatinya pun berdebar-debar karena Uwok mengendarai motornya seperti orang gila, sedangkan Butong baru pertama kali di bonceng oleh orang seperti Uwok.

Akhirnya semua anggota Moonraker pun sampai dengan selamat ke tempat tujuan yang mana adalah rumah salah satu anggota. Tetapi ketika Butong, Lohan, Tumin, dan Andi baru saja sampai disana mereka langsung dipanggil oleh sang Ketua Pusat dan dibawa ke tempat yang berbeda dari anak-anak Moonraker yang lainnya. Mereka ber-Empat pun merasa tegang karena berpikir akan terkena eksekusi oleh sang Ketua pusat. Tapi ternyata mereka ber-Empat ditawari minum bersama dengan sang Ketua Pusat. Mereka pun bangga karena merasa telah dihargai dan diakui oleh sang ketua pusat dan para anak-anak Moonraker lainnya, setelah itu, semua anak geng Moonraker pun berpesta, Alkohol menemani dan menghibur mereka semua terlebih ketika ada salah satu anggota dari mereka yang sudah jeprut menambah keceriaan suasana.

Tidak terasa adzan shubuh pun berkumandang, mereka semua bersiap-siap untuk pulang. Butong yang sudah tidak kuat berdiri akibat terlalu banyak minum  terpaksa berganti partner dengan Tumin karena partnernya Lohan pada saat itu belum bisa mengendarai motor. Dan akhirnya mereka ber-Empat pun selamat untuk kembali pulang ke rumahnya masing-masing.
Moonraker
Hari berganti, Koordinator Pengurus bersama Ketua Pusat mengunjungi rumah Butong untuk memberi undangan perayaan ulang tahun Moonraker yang ke-24. Butong pun bersemangat dan berniat akan ikut dalam merayakan ulang tahun tersebut.

Saat perayaan ulang tahun Moonraker telah tiba, Butong dan Lohan bolos sekolah demi ulang tahun gengnya Moonraker. Tetapi sobatnya Tumin tidak dapat ikut dikarenakan tidak ada kendaraan, sedangkan Andi tidak bisa ikut karena sedang ada urusan yang sangat penting. Walau jarak tujuan perayaan ulang tahun lumayan jauh, Butong, Fuad dan Lohan pun memaksakan bertiga menaiki motor untuk ikut serta dalam perayaan ulang tahun geng Moonraker. Mereka pun sebelum berangkat menyempatkan berpamitan dulu kepada Tumin dan Andi agar mereka selamat di perjalanan dan mereka pun segera berangkat ke Pusat.

Sesampai di Pusat Butong bengong karena melihat ratusan motor anak-anak geng Moonraker. Di dalam hati Butong merasa senang karena geng Moonraker mempunyai solidaritas yang tinggi ketika dalam acara senang maupun susah.

Akhirnya semua anak-anak geng Moonraker bersiap-siap untuk konvoi ke tempat tujuan perayaan ulang tahunnya. Sudah menjadi kebiasaan, semua anak geng Moonraker menguasai jalanan, memperlihatkan atraksi motor ciri khas mereka, dan mengibarkan bendera kebangsaan merah putih biru-nya.

Setelah sampai ke tempat tujuan tepatnya di Restoran Soto sadang milik salah satu anggota Moonraker, mereka pun berkumpul di lahan kosong belakang restoran. Disini para senior dan ketua memberi sambutan kepada para anggota sambil para senior bercerita tentang asal usulnya berdirinya geng Moonraker, Brigez, GBR, dan XTC. Mereka semua pun mendengarkan para senior bercerita sehingga mereka tahu dan bangga bahwa Moonraker adalah geng motor yang berdiri paling tua diantara geng motor besar lainnya di kota Bandung.

Kemudian acara puncak pun dibuka yaitu makan malam bersama. Mereka semua makan yang pada saat itu hidangan pembukanya adalah kambing guling. Mereka semua pun sudah disiapkan tempat untuk menginap sehingga mereka semua bisa tertidur pulas disana.

Keesokan harinya, Mereka semua bersiap-siap untuk pulang. Tetapi sebelum itu, mereka semua berpamitan pulang ke Pupunk dan keluarganya yang sudah menyiapkan tempat untuk acara ulang tahun Moonraker yang ke-24 anniversary.
Moonraker
Di perjalanan menuju pulang, salah satu anggota Moonraker ada yang tertangkap oleh polisi karena ia membuat onar di jalanan. Kami semua bingung harus bagaimana sehingga para anak-anak geng Moonraker semua harus bersembunyi dulu di rerimbunan kebun teh dan alat-alat beserta atribut geng, Mereka simpan di balik rerimbunan kebun teh agar Mereka semua aman.

Tidak lama setelah itu, Satu unit mobil polisi pun berjalan melewati mereka dan ternyata di dalam mobil polisi itu terdapat Dua orang anggota Moonraker yang tertangkap sedang dieksekusi oleh para polisi yang berada di dalam mobil tersebut.
Akhirnya Mereka semua tidak bisa berbuat apa-apa kecuali melanjutkan perjalanan pulang dengan tertib dan hati-hati agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan lagi.

Sesampai di Pusat, para senior pun meminta sumbangan se-ikhlasnya kepada para anggota untuk membantu menebus Dua orang anggota yang tertangkap tadi. Lalu Mereka semua pun diizinkan pulang untuk menuju ke rumah mereka masing-masing.

Pada malam minggu berikutnya, Butong kembali kumpul ke Pusat. Mereka dari wilayahnya Cuma 2 motor saja yaitu Butong, Lohan, Tumin dan Andi. Sesampai di pusat, Mereka berempat pun berkumpul bersama dengan anggota Moonraker yang lainnya lalu para senior memindahkan tempat nongkrong dari pusat ke depan Rumah Sakit Borromeus dikarenakan acara malam minggu kali ini adalah acara happy.

Disana mereka semua happy, beralcoholic sambil mendengarkan alunan lagu yang dinyanyikan oleh para anak-anak Moonraker, terlebih lagi ketika salah satu dari teman Mereka yang akan membeli minuman ada yang di jegal oleh musuh yang sedang kebetulan lewat. Tanpa basa-basi anggota yang di jegal itu langsung berteriak “Woy ada musuh…!!!” Lalu Mereka semua anak geng Moonraker yang mendengar teriakan itu langsung menyerbu musuh yang sedang kebetulan lewat itu. Dipikiran mereka, Mereka anak geng Moonraker tidak pernah mencari keributan, kecuali ada yang menjual mungkin mereka borong walaupun musuhnya anak Jendral sekalipun.

Setelah Mereka puas membantai, Mereka semua santai berjalan kaki ke tempat dimana Mereka semua memarkirkan kendaraan bermotor dan selanjutnya Mereka semua berkumpul lagi di Pusat.

Ketika berada di Pusat, salah satu senior sedang mabok parah, sampai-sampai samurai panjang dilempar-lemparkannya dan ia menasehati para anggota semua agar lebih waspada dan hati-hati lagi kedepannya. Lalu Mereka pun disuruh untuk pulang ke rumah masing-masing.

Dalam acara pelantikan Moonraker, akhirnya anggota baru Moonraker pun diospek oleh para senior agar para anggota dapat menjiwai Moonraker dengan arti yang sesungguhnya.

Dalam acara pelantikan itu, Butong dan anak Moonraker wilayahnya datang paling terlambat. Lalu akhirnya mereka pun langsung dimarahi dan diberikan waktu 5 menit untuk melepaskan semua pakaian kecuali celana dalam yang dipakai oleh mereka. Mereka pun mengikuti saja apa yang senior bilang kepada Mereka daripada nanti mereka kena sanksi oleh para senior jadi lebih gawat nantinya.

Pertama, semua anggota yang diospek disuruh membuat beberapa barisan. Barisan pertama memulai untuk berlari 10 keliling dan seterusnya diteruskan barisan kedua dan barisan selanjutnya. Ketika berlari banyak kejadian lucu, Seperti banyak yang terpeleset karena tanah becek atau ada anggota yang gendut yang larinya paling lamban terus supaya larinya semangat si senior pun pura-pura mengejarnya sambil memukul pantatnya memakai ranting pohon, tetapi dikarenakan acara ini sedang serius para anggota pun tidak bisa menertawakannya.

Selanjutnya mereka semua pun harus melewati rintangan sebuah kolam dan menceburkan diri kedalam kolam tersebut. Setelah itu, para anggota disuruh melakukan push up, sit up, dan olahraga fisik lainnya.

Lalu kegiatan yang terakhir, para anggota disuruh membuat Dua barisan yang saling berhadapan sesama antar anggota dan mereka harus saling melakukan tampar menampar dengan sekuat tenaga antar sesama anggota. Artinya itu menandakan bahwa sekalipun tata tertib organisasi Moonraker keras dan disiplin tapi yang artinya kebersamaan akan selalu menyertai organisasi Moonraker dalam hal senang maupun susah. One for all all for One.

Pelantikan pun usai, Para senior pun berpidato di tengah lingkaran bundar yang dibentuk oleh para anggota dan akhirnya mereka semua pun bersalaman saling meminta maaf sambil mencium bendera kebangsaan merah putih birunya.

Perlu dijelaskan tulisan ini dibuat tahun 2005 semasa moonraker masih menjadi geng motor. sampai perubahan waktu yang menjadikan Moonraker sebagai klub motor prestasi yang berada di Indonesia hingga saat ini.

Subscribe to MOONRAKER INDONESIA by Email


TAG

Yunarko

Semangat Pemuda Untuk Berbagi dan Menginspirasi.

  • email
  • linkedin
  • rss
  • pin
  • youtube
  • instagram
  • twitter
  • facebook
  • google+

0 thoughts on “Kisah Pengalaman Seru Moonraker Part II